PDFPrintE-mail

Hukum Wanita Memotong Rambut 1

Muslimah - Muslimah

Hukum Wanita Memotong Rambut 1 - 5.0 out of 5 based on 6 votes
User Rating: / 6
PoorBest 

Hukum Perempuan Memotong RambutHukum Wanita Memotong Rambut

Tampil cantik dan menarik, menjadi dambaan setiap wanita Muslim. Sebab, dengan tampil cantik dan menarik, maka dalam interaksi sosial masyarakat, hal itu akan berjalan dengan baik dan lancar.

Sebaliknya, wanita yang membiarkan dirinya tak terawat, maka yang demikian itu akan membuat interaksi sosialnya menjadi terganggu. Sebab, akan muncul sentimen negatif pada diri wanita Muslim tersebut.


Dalam Islam, setiap Muslim (baik pria maupun wanita), memiliki kewajiban untuk senantiasa menjaga penampilan. Apalagi, dalam Alquran Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk selalu tampil cantik, indah, dan menarik.

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf: 31).

Rasul SAW pun memerintahkan hal serupa. “Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim).

Ayat dan hadits di atas menunjukkan, bahwa Allah dan Rasul-Nya sangat menyukai keindahan dan membenci ketidakrapian. Kendati demikian, Islam mengajarkan adab berhias. Untuk tampil cantik dan menarik, tidak perlu harus dengan biaya yang mahal atau berlebih-lebihan, cukup dengan kesederhanaan, namun rapi dan menarik dipandang.

Lalu, bagaimanakah hukumnya seseorang wanita Muslim memotong rambut? Ada dua pendapat mengenai hal ini. Ada yang mengatakan boleh dan adapula yang menyatakan tidak boleh (haram).

Dari Aisyah RA, Rasul SAW bersabda, “Sepuluh hal yang termasuk fitrah, yakni mencukur kumis, memotong kuku, menyela-nyela (mencuci) jari jemari, memanjangkan jenggot, siwak, istinsyaq (memasukkan air ke hidung), mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan, dan intiqashul ma’ (istinja), dan berkumur-kumur.”

Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, ada lima perkara yang merupakan bagian dari fitrah, yakni memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan khitan. (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata, “Rasul SAW datang kepada kami, kemudian beliau melihat seseorang yang rambutnya acak-acakan (tidak rapi). Rasul SAW langsung menegurnya, 'Apakah orang ini tidak memiliki minyak yang dapat dia pergunakan untuk merapikan rambutnya?' (HR Nasai dan disahihkan oleh Syekh Nasiruddin Al-Albani).

Hadits di atas menunjukkan perintah secara umum kepada pihak pria Muslim. Lalu bagaimana dengan wanita Muslim, bolehkah memotong rambut? Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyatakan, hukum memotong rambut bagi wanita itu tergantung pada niatnya.

“Jika niatnya untuk menyerupai wanita-wanita kafir atau fasiq, maka tidak boleh. Tapi jika niatnya untuk menyenangkan suami atau untuk meringankan dirinya, menurut saya ini tidak terlarang. Dengan syarat sesuai dengan hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim, bahwa istri-istri Nabi SAW dahulu memotong rambut mereka hingga sepanjang kuping (tempat anting-anting) telinga," jelas Al-Albani dalam Majmu’ah Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah (Fatwa-Fatwa Al-Albani).

Baca juga Hukum Wanita Memotong Rambut 2

 

Sumber : Republika, Yahoo, wikipedia


Cara cepat Hamil



Anda tidak memiliki izin berkomentar di artikel ini.