PDFPrintE-mail

Hukum Waris Wanita Menurut Islam

Hukum Fiqih - Hukum Fiqih

Hukum Waris Wanita Menurut Islam - 4.3 out of 5 based on 3 votes
User Rating: / 3
PoorBest 



Saudara/i ku umat Muslim yang dirahmati Allah, atau rekan-rekan Kristiani, menurut agama Islam, adalah tanggung jawab seorang pria untuk menyediakan kebutuhan finansial kepada istri, anak, orang-tua (kalau mereka masih ada), dan saudara perempuan saya (jika mereka menjadi janda).

Dan jika saya menolak untuk menyokong saudari perempuan saya yang janda, kemudian jika dia memutuskan membawa saya ke pengadilan dan menuntut saya, dan membuktikan bahwa saya mempunyai cukup uang untuk menopang kebutuhan keuangan istri saya, anak dan saudari perempuan saya yang janda, maka pengadilan akan memaksa saya untuk menyantuni hidupnya selama satu bulan dibayar. Undang-undang ini di agama Islam dianggap undang-undang “Nafaqa”.

Istri di dalam agama Islam tidak di wajibkan untuk membiayai keluarganya walau hanya satu rupiah, dan si suami pun tidak berhak meminta darinya satu rupiah pun untuk menopang kebutuhan rumah tangga. Sebenarnya, ini hanya untuk menunjukkan kepada kalian betapa hormat dan adilnya Islam terhadap kaum wanita ialah seorang istri berhak meminta kepada suaminya untuk membiayai pangan, sandang dan papan bagi keluarganya.

Selanjutnya, menurut syariah Islam, suami tidak mempunyai hak untuk memaksa istrinya bekerja jika si istri tidak berkenan. Namun itu tanggung jawab pokok laki-laki untuk menyokong keluarganya secara keuangan, dan bukan tanggung jawab perempuan. Juga, di agama Islam, istri mempunyai seluruh hak untuk meminta suaminya membayari pendidikan nya jika dia menginginkan untuk pergi belajar.

Perempuan di agama Islam mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan, dan adalah tanggung jawab orang-tua mereka (jika wanita tersebut belum menikah), atau tanggung jawab suami mereka untuk membayari pendidikan mereka.

Hukum Waris menurut Alkitab:

Mari kita melihat “ 8 Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan.” (Bilangan 27:8)“

Oleh sebab itu di kata lain, perempuan (anak perempuan, saudara perempuan dan ibu) tidak mewarisi apa saja jika seorang laki-laki (anak lelaki) hadir. Yang berikut ini email yang dikirim kepada saya oleh saudara Yishan Jufu:

Hukum Waris Bagi Wanita

Salah satu perbedaan yang paling penting di antara Quran dan Alkitab adalah sikap mereka ke pada masalah warisan kaum perempuan yang ditinggal oleh ayahnya.Menurut Bilangan 27:1-11, janda dan saudara perempuan tidak mewarisi apapun.

Anak perempuan bisa mewarisi hanya jika bapak almarhum mereka tidak mempunyai anak lelaki.Lain dengan anak lelaki, mereka menerima warisan seluruhnya. Di antara orang Arab penyembah berhala pra Islam, hak-hak warisan dibatasi secara eksklusif kepada keluarga pria. Al Qu-ran menghapuskan semua adat-istiadat yang tak adil ini dan memberikan kepada kaum perempuan bagian mereka (4:7,11,12,176).

Diterjemahkan dari http://www.warwick.ac.uk/~suaaf/articles/JuChIsWoman.html

Cukup nyata bahwa agama Islam jauh menghormati perempuan pada kasus warisan dari pada Alkitab. Alkitab bahkan sama sekali tidak mengakui keberadaan perempuan apabila seorang anak lelaki ada (hadir). Anak lelaki mendapat seluruh warisan menurut Alkitab.

Di agama Islam, dengan kata lain, anak perempuan mendapat setengah bagian dari yang anak lelaki dapat, karena di bawah undang-undang “Nafaqa“, anak lelaki bertanggung jawab terhadap (1) Istri dan Anaknya; (2) Orang-tua Tuanya; (3) Saudari Perempuannya yang menjanda.

Dan lagi dalam agama Islam, istri tidak mesti menyediakan bantuan keuangan apa pun kepada keluarganya. Karena hal tersebut adalah kewajiban laki-laki. Oleh sebab itu, sangat adil bagi laki-laki mendapat bagian sepadan dengan dua orang perempuan dalam hukum waris di agama Islam.

Apakah anda tidak akan setuju dengan saya bahwa jika tanggung jawab laki-laki menyokong orang-tuanya (kalau mereka jadi tua), istri, anak, dan saudara perempuan janda, Oleh karenanya hal tersebut masuk akal jika bagian anak lelaki lebih besar daripada anak perempuan.

Semoga dengan artikel ini kita bisa mengerti hukum waris bagi perempuan.wasalam

http://islamiyah.wordpress.com dan berbagai sumber


Cara cepat Hamil



Anda tidak memiliki izin berkomentar di artikel ini.