PDFPrintE-mail

Syarat Dan Jenis Hewan Qurban

Artikel - Artikel Motivasi

Syarat Dan Jenis Hewan Qurban - 5.0 out of 5 based on 5 votes
User Rating: / 5
PoorBest 

Syarat Dan Jenis Hewan Qurban

Syarat Dan Jenis Hewan Qurban


Syarat Dan Jenis Hewan Qurban. Hukum qurban adalah sunnah muakkadah bagi yang mampu, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Rasulullah SAW sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah Subhanahu Ta’ala dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu. (Hadits Muttafaq ‘alaih)


Adapun orang yang menghukumi Qurban itu wajib berdasarkan hadits, “Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Zaid ibn Arqam berkata : “Wahai Rasulullah SAW, apakah Qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Kurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah SAW menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah

 

Jenis Hewan Yang Dapat di jadikan Hewan Qurban

Hewan yang diqurbankan adalah unta, sapi dan kambing karena firman Allah Ta’ala, Artinya, “Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka.” (al-Hajj: 34)

Dari Firman Allah SWT diatas, dijelaskan bahwa ada 3 jenis hewan kurban yang bisa di jadikan Qurban.
1. Unta, bisa untuk 7 orang pequrban
2. Sapi, bisa untuk 7 orang pequrban
3. Kambing, untuk satu orang pekurban

Adapun menurut pendapat sebagian ulama, selain 3 jenis hewan kurban tadi masih bisa ditambahkan. Yaitu Kerbau dan domba, kerbau disamakan dengan sapi sedangkan domba disamakan dengan kambing. Selain itu, tidak diperbolehkan walaupun termasuk hewan ternak seperti burung unta, burung, ayam apalagi jika hewan liar semisal rusa, kijang dan lainnya.

Syarat Hewan Qurban

Syarat hewan qurban hendaklah di perhatikan. Hewan yang akan dikurbankan hendaklah diperhatikan umurnya, yaitu: Unta 5 tahun, sapi 2 tahun, kambing 1 tahun atau hampir 1 tahun. Ulama madzhab Maliki dan Hanafi membolehkan kambing yang sudah berumur 6 bulan asal gemuk dan sehat (al-Mughni: 9:439, Ahkamu adz-Dzabaih oleh Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris: 132).

Hewan kurban mesti sehat dan tidak mempunyai cacat, sebab Rasulullah SAW bersabda, “Empat cacat yang tidak mencukupi dalam berqurban: Buta sebelah mata (picek -dalam istilah bahasa Jawa-) yang jelas, sakitnya nyata, pincang yang sampai kelihatan tulang rusuknya dan lumpuh/kurus yang tidak kunjung sembuh.” (HR.at-Tirmidzi)

Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Waktu penyembelihan ibadah Qurban di mulai sesudah shalat Idul Adha usai, maka penyembelihan baru diizinkan dan berakhir ketika tenggelam matahari hari tasyriq (13 Dzulhijjah) {Ibnu Katsir, 3: 301}, sebab Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menyembelih sebelum shalat (Ied) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri.” (Disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Muslim).

Anjuran (Sunnah) dalam Berqurban:

  1. Menajamkan pisau.
  2. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik, jika kalian menyembelih sembelihlah dengan cara yang baik, haruslah seseorang mengasah mata pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.” (HR. al-Jamaah kecuali al-Bukhari).
  3. Menyembunyikan pisau dari pandangan hewan qurban.
  4. Ibnu Umar ra' berkata: Rasulullah SAW menyuruh agar mempertajam pisau dan menyembunyikan dari pandangan hewan qurban (yang akan disembelih).
  5. Tidak membaringkan hewan kurban sebelum semua peralatan dan sebagainya siap.     Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa seseorang membaringkan kambing sedang dia masih mengasah pisaunya, maka Rasulullah SAW bersabda, artinya, “Apakah kamu akan membunuhnya berkali-kali? Mengapa tidak kamu asah pisau anda sebelum anda membaringkannya.” (HR. al-Hakim).
  6. Menjauhkan atau menutupi penyembelihan dari hewan-hewan Qurban yang lain,     Sebab hal ini termasuk menyakiti dan menjauhkan rahmat. Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu pernah memukul orang yang melakukannya. (Mughni al-Muhtaj, 4: 272)
  7. Memberi minum atau memperlakukannya dengan sebaik-baiknya.
  8. Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu melihat orang menyeret hewan qurban pada kakinya ia berkata, “Celaka kalian! tuntunlah ia menuju kematian dengan cara yang baik. (al-Halal wal Haram: 58)


Penyembelihan Qurban

Disunnahkan bagi yang bisa menyembelih agar menyembelih sendiri hewan Qurbannya. Adapun do’a yang diucapkan saat menyembelih adalah:

اَللَّهُمَّ هَذَا عَنْ .... بِسْمِ اللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ

“Ya Allah ini dari … (sebut nama orang yang berqurban atau yang berwasiat), bismillah wallahu akbar.”

Sebagaimana Rasulullah SAW saat menyembelih qurban seekor kambing, beliau berdo’a:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا عَنِّي وَعَنْ مَنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِيْ.

“Bismillah wallahu Akbar, Ya Allah ini dariku dan dari orang yang tidak bisa berqurban dari umatku.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi).

Sedang orang yang tidak bisa menyembelih sendiri hendaklah menyaksikan dan menghadirinya.

Pembagian Daging Qurban

Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Maka makanlah sebagiannya (dan sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir.” (al-Hajj: 28), dan FirmanNya, artinya, “Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (al-Hajj: 36).

Sebagian kaum Salaf lebih menyukai membagi qurban menjadi tiga bagian: Sepertiga untuk diri sendiri, sepertiga untuk hadiah orang-orang mampu dan sepertiga lagi shadaqah untuk fuqara. (Tafsir Ibnu Katsir, 3: 300).

Refferensi:
1. Ahkamudz Dzaba’ih, Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris,
2. Min Ahkamil Udhiyyah, Syaikh al-Utsaimin
3. Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud karya Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.
4. Syarat Dan Jenis Hewan Qurban


Cara cepat Hamil



Anda tidak memiliki izin berkomentar di artikel ini.